Siang hari itu, seharusnya aku masuk mata kuliah dasar elektronika jam setengah satu, tapi aku memilih menunggu dan shalat dzuhur di rumah, alhasil jam setengah satu aku baru berangkat (jelas2 pasti dah telat,. hhehehe),..
sekitar pukul satu kurang, kopaja 19 tepat berhenti di depan lampu merah perempatan, dengan sigap aku menaikinya menuju kampus,.. hemm tidak terlalu penuh penumpang siang itu berbeda jika di pagi hari,. seperti biasa aku lebih suka memilih tempat duduk paling belakang dan sendirian (hal yang aku suka ^^)
tak lama, seorang pengamen muda ikut naik dan diikuti wanita yang memilih duduk di belakang juga (asik jadi ada yang nemani di belakang ^^),.. pengamen itu tanpa bawa gitar ataupun alat musik lainnya,.. aku bisa menebak pasti mau puisi niee orang,..
"pak markum kecebur empang,.. Assalamu`alaikum para penumpang (wa’alaikumsalam),.. maaf telah mengganggu kenyamanan Anda,.. kedatangan kami disini hanya sedikit mencari sesuap nasi,.. buk pak banyak dari teman kami yang merampok, menodong, menjambret, bahkan ada ibu2 yang tega menjual anaknya demi sesuap nasi.. daripada kami panjang tangan lebih baik kami panjang suara,.. dan bla bla bla (karena terlalu sering bertemu mereka, sampai2 aku hafal lirik puisi, lagu2nya anak jalanan yang sering dinyanyikan bahkan aku hafal wajah2 mereka,. dari yang pertama ketemu rapih sampai akhirnya jadi jarang mandi.. hhehe dan pernah aku bertemu salah satunya sedang menaiki motor,.. wah kalah dunk aku,.. hhehehe)
tapi siang itu lain dari biasanya, pengamen ini bisa dikatakan muda tapi aku bisa melihat emosinya yang tinggi,..
hemm,.. setelah puisi habis, seperti biasa bungkus bekas permen disodorkan dengan paksa kepada salah satu penumpang bapak2 di belakang sopir (karena sepi jadi bisa kelihatan),..
"maaf" kata bapak2 itu,.. pengamen itu menggerutu seperti biasa,..
lalu yang tak terduga terjadi saat bungkus permen itu berpindah kepada penumpang yang ada di belakang bapak itu,.. yaah seorang pemuda yang dari tadi memakai headset di telinganya,..
"bang bagi bang, pelit amat lo,.. sedikit duank bang,..bagi bang,.." ujar pengamen itu memaksa,..
terlihat tangan pemuda memberi isyarat "maaf lewat dulu mas" (kurang lebih begitu ^^)
tangan pengamen itu tiba2 melayang, mencopot paksa headset pemuda itu dan menggerutu "hargai bang, jangan disumpel kupingnya, hargai orang lagi minta2,.. bagi sedikit lah" ,..
pemuda itu berujar dengan wajah santai "kuq jadi nyolot sich lo??"
"napa?? gak suka??? ayoo turun,.. gua hadapin di jalan,.. berani loh??" marah pengamen itu,..
Aku dari belakang, ada rasa ingin membela pemuda itu,.. yaa kan ada hak seseorang untuk memberi atau tidak, ditambah semua hanya diam (duh kasian,.. tapi gak berani dan gak tau apa yang bisa kulakukan),..
pengamen itu terus menggerutu, berkata tidak baik kepada pemuda sambil terus berjalan ke belakang, pemuda itu hanya diam tidak membela dirinya sendiri atau bahkan marah (sabar banget,.).. hingga akhirnya sang supermen pun datang (tanpa diiringi musik pahlawan) ,.. yah bapak2 yang ada di depan pemuda itu angkat bicara,..
"woy,.. lo jangan maksa gitu loh,.. gue laporin polisi loh !!! orang ini dah gak mau kasih, jangan loh paksa,.."
pengamen yang aku kira memang lagi emosi itu pun menimpali “lapor ajah ,.. gue gak takut,..” ujarnya saat berada tak jauh dari bangku belakang.
“jangan loh kira gue kerja sembarang yaa,,.. gue bisa laporin loh atas dasar pemaksaan, orang dah gak mau kasih gak usah lo paksa gitu dong..” ujar bapak2 itu.
“kalau gue maksa, itu pemerasan dan penjambretan ,..” gerutu pengamen.
“lagian bilang maaf kek, apakah kek,..” tambah pengamen itu.
“gue dah bilang maaf yaa tadi, udah deh loh sana turun,..” pemuda yang tadinya diam akhirnya angkat bicara menengahi (wah yang dibela jadi yang melerai)
Akhirnya pengamen itu melewatiku dan turun,.. sedikit dia masih menggerutu di luar kopaja,.. dan lampu hijaupun akhirnya meyala,.. dalam perjalanannya bapak2 itu sesekali menggerutu “semua orang juga nyari uang, tapi kerja donk, dan ...........” sambil bus itu terus melaju.
Tiba2 aku merasa ingin menangis menyaksikan adegan tadi, sedih rasanya.. tapi entah kenapa,.....
Hemm,.. banyak pelajaran yang aku dapatkan dan aku simpulkan,.. Tentang makna kehidupan dari dua sisi yang berbeda yang di depanku bertengkar (pengamen vs penumpang),. mungkin penilaianku berbeda juga dengan penafsiran teman2,.. semua tergantung pada kalian melihat dari sudut pandang apa dan dimana???
