sampai saat ini, masih suka terusik....
dulu aku tak punya media2 sosial tapi aku tak malu,
dulu aku tak punya hp tapi aku bangga,
dulu aku tak nyambung diajak cerita info terkini tapi aku gak minder,
dulu aku melangkah bebas padahal wawasanku tak luas,
tapi kini, saat banyak berita menyuruh agar kita melihat dunia,
agar kita punya akses media,
agar hp selalu aktif menyala,
agar obrolan kian mengena,
agar wawasan tambah luas,
justru disinilah titiknya,
aku merasa asing dengan diri sendiri,
aku merasa menjadi tetangga dengan sebuah keluarga,
aku merasa semua masalah orang harus aku ketaui,
aku merasa tak ada lagi waktu untuk sekedar mengasah diri,
aku berdiri bagaikan orang lain,
berdiri tegak di posisi yang tak kuinginkan,
tidak menjadi diri sendiri,
menjadi orang yang terbentuk dengan arus globalisasi,
aku pikir aku pintar, ternyata aku bodoh,
tau akibat arus media tapi malah terhanyut dengannya,
tau bahwa ini pembodohan barat, tapi masih asyik melakukannya,
tau ini membatasi jarak dengan orang terdekat tapi tak jua merubahnya...
lucunya duniaku,..
mentertawainya bahwa ini ilusi,
aku terperangkap dengan arus dilema diri,
terlalu percaya dengan teori,
mengembangkan diri dengan mengejar dunia padahal mengabaikan syurga.
hidupku bukan untuk kesuksesan,
tapi hidupku untuk ibadah,
Tuhanku tak menyuruhku mengejar dunia,
Dia masih menantiku di Arsy-Nya...